Air Terjun
Coban Rondo juga merupakan salah satu obyek wana wisata yang dimiliki di
Kabupaten Malang. Terletak ± 12 km dari Kota Batu, atau tepatnya di Desa
Pandansari Kec. Pujon. Kawasan Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo adalah
kawasan wana wisata yang paling mudah ditempuh. Jalan masuk menuju lokasi sudah
beraspal, sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengunjungi obyek
wana wisata ini.
Air terjun Coban rondo memiliki
ketinggian 84 meter, berada pada ketinggian 1135 meter dari permukaan air laut,
tepatnya didesa Pandesari Kecamatan Pujon, kabupaten malang. Air yang mengalir
berasal dari sumber mata air Cemoro Dudo. Objek wisata ini pertamakali dibangun
pada tahun 1980 dan merupakan bagian dari wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan
(KPH), Perum Perhutani Malang. Dari data statistik yang ada, air terjun
Cobanrondo memiliki debit air 150 liter/detik, sedangkan pada musim kemarau
hanya 90 liter/detik. Selain untuk tujuan wisata, air terjun Coban rondo juga
digunakan untuk pengelolaan air minum melalui PDAM untuk masayrakat Kecamatan
Pujon. Selain wisata air terjun, wana wisata coban rondo juga sering dijadikan
sebagai tempat berkemah. Pada musim ospek maka bumi perkemahan di coban rondo
ini sering penuh. Sehingga tempat ini menjadi sebagai salah satu tujuan
pariwisata yang banyak dikunjungi. Pengunjung banyak datang pada akhir pekan
maupun hari libur nasional. Para pengunjung banyak yang menikmati setiap
pemandangan yang ada disekitar air terjun. Ada yang sekedar duduk melihat air
yang jatuh dari ketinggian 84 meter, dan ada yang berfoto-foto mengabadikan
setiap jengkal keindahan coban rondo. Air terjun yang jatuh indah ditambah
dengan tebingnya yang mempesona menjadikan tempat ini sangat nyaman untuk
setiap orang yang merasa jenuh dengan aktifitas kesehariannya.
Selain air terjun serta tebing
yang indah memanjakan mata, pengunjung akan melihat banyak kera yang dibiarkan
berkeliara bebas. Banyak kera-kera tersebut bergelantung baik di pepohonan
maupun membaur dengan pengunjung. Kera ini banyak jumlahnya. Selain sebagai
tempat pariwisata, di coban rondo ini juga sebagai salah satu tempat
perlindungn kera. Kera-kera ini akan muncul disaat pengunjung tidak terlalu
ramai, namun saat ramai kera-kera ini akan bersembunyi.
Fasilitas yang ada di tempat wisata
ini sangat memanjakan setiap pengunjung. Selain digunakan sebagi media edukasi,
di tempat ini juga digunakan sebagai media pariwisata. Tepatnya yaitu
pariwisata edukasi. Sistem ekologi pada tempat ini masih terjaga kealamiannya.
Belum banyak perubahan yang terdapat di coban rondo. Meskipun beberapa saat
lalu di tempat ini telah terjadi banjir bandang yang menyebabkan beberapa
fasilitas yang rusak ringan maupun rusak berat, namun tidak begitu mengurangi
kealamian dan keindahan dari tempat ini.
Pengunjung yang berkunjung di
tempat wisata ini tidak hanya pengunjung local, namun juga pengunjung manca
negara. Tidak hanya para remaja namun juga para orang dewasa. Disepanjang jalan
yang dilewati untuk sampai di tempat ini akan melewati hutan pinus yang luas
terdapat dikanan kiri jalan. Masih dalam kawasan wisata coban rondo terdapat
perkebunan yang terdapat tumbuhan sayur dan buah. Para pengunjung dapat memetik
buah atau pun sayur yang terdapat di tempat itu. Selain itu ada labirin yang
dapat kita temui sembara menuju pintu keluar. Meskipun labirin ini tidak
terlalu besar namun cukup memanjakan setiap pengunjung.
Kondisi
jalan menuju air terjun sudah beraspal, di sepanjang jalan melintasi tebing
yang dipenuhi dengan pohon cemara dan pinus sehingga membuat suasana serasa
sejuk dan nyaman, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke objek
wisata ini. Banyak fasilitas pendukung kelancaran kegiatan pariwisata yang
memberikan kenyamanan kepada wisatawan untuk mengunjungi objek wisata ini
antara lain penginapan, pedagang, jasa angkutan, penerangan, air bersih, pos
keamanan, jasa pemandu, poliklinik, toilet, mushola, tempat parkir, dan
souvenir shop. Sarana dan prasarana seperti sarana akomodasi, restoran,
souvenir, toilet, sarana kesehatan, dan keamanan sudah cukup memadai namun
sarana transportasi untuk menuju ke lokasi Air Terjun Coban Rondo kurang
memadai. Bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi hanya tersedia
ojek sebagai fasilitas untuk menuju ke lokasi Air Terjun.
Kepariwisataan
adalah alat untuk mencapai stabilitas ekonomi yang bertujuan untuk
menyejahterakan penduduk sekitar. Secara tidak langsung pembangunan Wana Wisata
Coban Rondo dapat mengurangi pengangguran, meningkatnya kualitas SDM penduduk
setempat, serta dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air terhadap sejarah seni
budaya Bangsa. Hal eksklusif dalam pembangunan wana wisata Coban Rondo ini
penduduknya bisa menjadi pegawai di Kantor Pengelola Wana Wisata Coban Rondo,
penduduk dapat membuka warung makan, restoran, membuka kios souvenir yang
menjual hasil ketrampilan penduduk, menjadi tukang parkir, penjaga toilet,
bahkan ada juga yang menjadi tukang ojek karena melihat jarak tempuh dan lokasi
menuju Air Terjun sangatlah jauh sehingga membutuhkan ojek. Dengan adanya
lapangan pekerjaan baru ini membuat penduduk sekitar tidak mengalami kesulitan
dalam mencari pekerjaan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar